Muhidi, Ketua DPRD Sumbar: Ke Sekolah Menyeberang Sungai yang Ada Buayanya

Ketua DPRD Sumatera Barat, Drs. H. Muhidi, membuat pelajar SMK se-Kota Padang di Edotel Bundo Kanduang terpaku dan menatap serius ke arahnya. Muhidi bercerita, bagaimana masa kecilnya yang susah pergi ke sekolah. Ia memotivasi dengan kisah masa kecil yang petarung. Ayahnya seorang tukang kayu.

Muhidi kecil, waktu SD di Bengkulu, harus menyeberangi sungai, menggunakan perahu. Kadang tampak buaya, maka ciut juga, terhalang menyeberang sesaat. Kadang setelah sampai seberang, baru nampak buaya, terasa lega.

“Bapak waktu kecil ke sekolah, menyeberang sungai yang ada buayanya. Hampir tiap hari melihat buaya,” kata wakil rakyat yang sebelumnya berkarir sebagai guru fisika. “Saya keluarga Einstein,” selorohnya, sembari menambahkan, ia dan istrinya sama-sama guru fisika.

Setamat SMP, Muhidi harus lanjut ke sekolah menengah atas. Pilihannya ada dua, kalau tidak ke Bengkulu, ya ke Padang. Yup. Ia akhirnya memilih ke Padang.

Di Padang, di luar jam sekolah, ia bekerja. Waktu itu kerja di pabrik karet, namanya Teluk Luas. Pulang sekolah, setelah makan dan istirahat sejenak, ia langsung kerja. Masuk kerja pukul 14.00 pulangnya pukul 23.00 malam. Kehidupan tidak mudah itu dilalui dengan iklas. Bahkan sampai kuliah di IKIP Padang (kini UNP), Muhidi masih bekerja, kali ini sebagai operator mesin fotokopi. Ternyata, kehidupan yang diperjuangkan itu terasa manis di kemudian hari. Intinya, jangan cengeng menjalani kehidupan, rajin sekolah dan tekun belajar.

“Hidup itu harus dijalani dengan iklas apa pun keadaannya. Jangan takut masalah,” nasehat tokoh politik ini sebagai selingan memberi materi bimbingan teknis, dengan tema generasi cerdas berakhlak mulia di era digital.

Pemaparan Muhidi sebagai Ketua DPRD Sumbar bercerita tentang masa kecilnya, dalam rangka Bimbingan Teknis Peningkatan Nilai Literasi Siswa SMK yang digelar sebanyak lima Angkatan. Angkatan pertama dimulai tanggal 21-22 April 2026. Selain itu, juga tampil tiga narasumber, antara lain Yusrizal KW untuk kelas penulisan sastra, Syofiardi Bachyul JB untuk kelas kelas jurnalsitik serta Andre Junaidi untuk kelas videographer dan konten kreator. Peserta adalah anak-anak SMK sekota Padang, yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan kota Padang.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumbar Habibul Fuadi mengatakan, kegiatan Bimtek ini sangat penting bagi siswa, karena menulis itu diperlukan saat ini. Seorang penulis harus memiliki wawasan. Apalagi yang dipelajari adalah hal yang dibutuhkan di zaman sekarang, yaitu sastra, jurnalsitik dan videographer atau konte kreator.

Para pelajar yang mengikuti kegiatan ini adalah pilihan atau hasil seleksi sekolah. Mereka harus memenuhi syarat antara lain gemar membaca, menulis, diskusi serta terbiasa menggunakan handphone untuk membuat video-video kreatif. (Kiaksa)

Scroll to Top