Sebanyak 50 pelajar dari utusan SLTP/MTsN dan SMA/SMK Kabupaten Limapuluhkota mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Penulisan Budaya Lokal dan Tradisi Lisan Minangkabau yang ada di kabupaten tersebut. Peserta sebelumnya telah diseleksi melalui karya-karya tulis mereka yang dikirim. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lomapuluhkota, Senin 4 Mei lalu.
Narasumber yang dihadirkan adalah Yusrizal KW, sastrawan dan pegiat literasi Sumatera Barat. Yusrizal memaparkan materi, bagaimana memahami budaya lokal dan tradisi lisan Minangkabau, yang sesungguhnya hal tersebut ada dalam kehidupan kita sehari-hari. Terutama sebagai orang Minang, kearifan lokal bisa dipahami dari dalam ajaran adat, budaya dan tradisi maupun pada kulinernya.
Yusrizal KW mengatakan dalam hantaran awal materinya, Kearifan lokal (local wisdom) merupakan sesuatu yang telah kita miliki saat ini sebagai nilai-nilai luhur, pandangan hidup, dan pengetahuan tradisional yang diciptakan, dikembangkan, dan dipertahankan oleh masyarakat tempat kita secara turun-temurun.

“Menjadi seorang penulis, adalah menjadi seorang yang berproses dengan ilmu pengetahuan, wawasan yang luas,” kata Pemimpin Redaksi cagak.id ini di hadapan peserta. Di sisi lain, wawasan budaya, budaya lokal dan termasuk tradisi lisannya, harus dipahami karena itu bagian dari pengayaan dan penguat diri kita sebagai seorang intelektual nantinya.
Kegiatan ini cukup menarik bagi peserta, karena mereka merasa harus mencari tahu budaya lokal yang akan dijadikan materi untuk ditulis. Pertama mencari tahu, mengenal, memahami dan menuliskannya dalm bentuk cerpen. Bimtek ini dimulai dari pukul 08.30 sampai pukul 17.00 di Aula Perpustakaan dan Kearsipan Limapuluh Kota dan dibuka oleh Afrizal, Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Limapuluh Kota. (Kiaksa)

